Monday, April 2, 2012

The Past


Hati kamu penuh sama masa lalu. nggak pernah ada cukup tempat buat saya. saya capai untuk terus usaha cari celah. saya juga nggak bisa jadi seperti siapa yang menjadikan kamu lupa tentang masa yang akan datang.

tapi terimakasih. terimakasih sangat banyak. kamu sudah menjadikan saya tempat berlabuh, barang berapa bulan. kamu sudah mengajarkan saya kalau cinta yang tak harus memiliki itu memang benar-benar ada, bukan lirik lagu lawas zaman dahulu saja. kamu sudah mengajak saya sejenak merasakan senangnya digenggam tangan kamu. kamu sudah membawa saya ketempat-tempat yang saya belum pernah tau sebelumnya. kamu sudah menjadi mimpi-mimpi saya selama setengah tahun belakangan. terimakasih.

saya tidak pernah mungkin bisa jadi masa depan kamu. saya akan selamanya jadi bayang-bayang dibawah kaki kamu. saya hanya akan melihat kamu dari jauh. memandangi siluet kamu yang paling lama hanya tahan tujuh detik dan lalu jadi semu.

saya tidak akan pernah punya cukup kesempatan untuk mewujudkan mimpi-mimpi kamu, meski saya tahu betul bagaimana menjadikan mimpi kamu nyata. saya tidak akan pernah menjadi seseorang yang mungkin kamu pikirkan dimalam gelap, atau mungkin kamu doakan dipagi senyap.

saya cuma angin lalu buat kamu. aliran segar selama delapan detik, yang hampir tidak meninggalkan bekas apapun, kecuali pikiran, "itu tadi apa? oh angin saja". sudah.

sialnya, kamu menetap dihati saya. setengah senang, setengah lagi trauma.

tapi hati kamu terlanjur penuh sama masa lalu kamu. yang kamu sendiri sulit mentolerirnya. saya tidak akan cukup mampu untuk bisa membawa kamu kemasa sekarang, apalagi masa depan.

saya disini, melihat kamu. yang jadi linglung sendiri karena masa lalu kamu. percuma saya ajarkan kamu jalan ke masa sekarang. karena nyatanya, saya sendiri masih ada dimasa lalu saya dulu, sama kamu.

No comments:

Post a Comment